Populer di Indonesia, Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia
Badan Standar Pangan Australia dan Selandia Baru menolak permohonan untuk menjual Moringa oleifera, atau daun kelor, sebagai makanan atau bahan makanan karena tidak dapat memastikan apakah tanaman tersebut aman.
Daun kelor mentah yang diimpor juga akan dimusnahkan di Australia, tapi dalam produk farmasi masih bisa dibeli di Australia selama terdaftar di Therapeutic Goods Administration (TGA).
Apa selanjutnya?
Petani Australia mengajukan permohonan baru agar aturannya diubah.
Moringa oleifera, atau daun kelor, tidak dapat dijual sebagai makanan atau bahan makanan di Australia setelah dianggap tidak aman dikonsumsi manusia.
Keputusan yang diberlakukan pada November 2025 oleh Badan Standar Pangan Australia Selandia Baru (FSANZ) tersebut ingin diubah oleh petani kelor di Australia.
Mereka yang membudidayakannya di Australia menjadi bingung apakah mereka akan bisa menjualnya di musim panen yang akan tiba.
Petani dari wilayah Somerset, Gary Duffy, kini mencoba melakukan pengajuan banding demi membatalkan keputusan tersebut.
"Hidup kami bergantung pada kesuksesan pengajuan ini," katanya.
Di Indonesia dan kebanyakan negara Asia lainnya, bagian-bagian dari Moringa oleifera, atau drumstick tree, digunakan dalam resep dan dalam suplemen kesehatan.
Keputusan FSANZ berlaku untuk daunnya, bijinya yang masih muda, dan minyak dari tanamannya, yang kini dapat dimusnahkan jika masuk ke Australia atau dikembalikan ke negara asalnya.
Namun, produk terapeutik atau suplemen yang mengandung moringa, baik dalam bentuk kapsul dan bubuk, tetap bisa dibeli jika terdaftar di badan pengawas obat dan makanan di Australia, atau Therapeutic Goods Administration (TGA).
Green powder inside an orange bowl.
Produk terapeutik terdaftar yang mengandung bagian-bagian dari tanaman tersebut masih bisa dibeli. (Pixabay)
Gary sudah menulis surat kepada para menteri kesehatan, baik di tingkat federal dan negara bagian, meminta agar keputusan tersebut ditangguhkan, sementara FSANZ mempertimbangkan bandingnya.
"Produk segar yang masuk ke pasar Melbourne dan Sydney semuanya diimpor dari luar negeri, dan kami [petani Australia] ingin mencoba menjembatani kesenjangan itu," katanya.
Juru bicara Departemen Kesehatan, Disabilitas, dan Penuaan federal mengatakan penolakan tersebut tidak dapat ditinjau atau ditangguhkan oleh FSANZ atau menteri, dan mengatakan mereka akan menerima pengajuan baru.
Keputusan atas permohonan baru dapat memakan waktu hingga dua tahun.
Joel sudah membudidayakannya selama 10 tahun sebelum pindah dari Gold Coast ke Rosedale, yang memakan lima jam waktu perjalanan ke utara Brisbane, untuk membuka perkebunannya sendiri.
Ia membeli properti tersebut tepat sebelum FSANZ mengeluarkan keputusannya.
"Saya menginvestasikan semua yang saya punya ke kebun ini, hasil kerja keras selama 10 tahun, lalu tiba-tiba semuanya hilang dalam semalam," kata Jay.
"Ini pukulan telak."
"Kami tidak pernah dimintai pendapat, kami tidak pernah diperingatkan."
Khawatir isu reproduksi
Keputusan FSANZ merupakan tanggapan atas permohonan pada Januari 2024 dari Noosa Organica Pty Ltd untuk mengubah Australia New Zealand Food Standards Code agar mencantumkan Moringa oleifera sebagai makanan atau bahan makanan.
Setelah meninjau permohonan dan studi eksternal, badan hukum tersebut mengeluarkan keputusannya pada November 2025.
FSANZ khawatir konsumsi daun kelor menimbulkan masalah reproduksi, menurut percobaan pada tikus serta hasil yang bertentangan mengenai genotoksisitas.
Dalam laporan penolakannya, FSANZ mencatat adanya informasi yang terbatas dalam aplikasi dan tulisan peer-reviewed, atau literatur yang ditinjau peneliti lainnya.
"Keputusan ini memperkuat bahwa bukti ilmiah yang kuat dan berkualitas tinggi diperlukan ketika meminta persetujuan makanan baru," kata juru bicara FSANZ.
FSANZ menambahkan pihaknya tidak dapat menentukan tingkat paparan yang aman tanpa studi lebih lanjut pada manusia.
Konsultan industri makanan Courtney Stewart mengatakan ini adalah prosedur standar untuk makanan yang tidak banyak tersedia di Australia.
Bahan-bahan yang diinginkan orang untuk dipasarkan, tetapi FSANZ hanya menjaga konsumen dan memastikan semuanya aman untuk dikonsumsi," katanya.
"Sampai ada data historis yang menunjukkan sesuatu aman untuk dikonsumsi jangka panjang, mereka tidak akan menyetujui apa pun, dan saya pikir itu adalah pendekatan konservatif yang baik sampai kita memiliki informasi tersebut."
Sering digunakan di Asia
Bagian-bagian tanaman kelor banyak dikonsumsi di Asia, Afrika, dan Timur Tengah selama berabad-abad.
Dosen senior ilmu biomedis Universitas New England, Vandana Gulati, sudah meneliti tanaman obat selama lebih dari 20 tahun.
Ia mengatakan manfaat daun kelor yang beragam membuatnya unik.
"[Minyak yang diekstrak dari bijinya] mengandung banyak fitokimia yang memiliki khasiat yang sangat baik untuk infeksi, demam, dan kesehatan kulit," katanya.
"Dalam budaya India, mereka menggunakan daunnya untuk membuat kari dan bijinya, yang dikenal sebagai drumstick, juga digunakan dalam masakan."
Dr Vandana mengatakan dalam budaya tradisional, tanaman ini dianggap super food karena setiap bagiannya memiliki manfaat.
Tapi ia mengatakan memahami kekhawatiran keamanan bagi orang-orang yang tidak mengonsumsi Moringa oleifera secara teratur.
Manfaat Daun Kelor
Manfaat Daun kelor (Moringa oleifera) untuk kesehatan telah lama dipercaya oleh banyak orang. Tumbuhan ini kaya nutrisi dan senyawa aktif yang berperan dalam penyembuhan dan perlindungan tubuh.
Daun kelor juga memiliki sejarah penggunaan dalam pengobatan tradisional dan kosmetik di berbagai budaya. Di Indonesia, daun kelor diakui sebagai alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah gizi buruk.
Kandungan nutrisi dalam daun kelor meningkat ketika dikonsumsi segar atau dalam bentuk bubuk. Daun kelor mengandung vitamin A, kalsium, kalium, dan zat besi dalam jumlah yang tinggi.
Dengan manfaatnya yang luar biasa, daun kelor menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan asupan nutrisi dan menjaga kesehatan.
Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan antara lain;
- Mengurangi Kerusakan Akibat Radikal Bebas
Daun kelor mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, seperti vitamin C dan vitamin E, yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan penuaan dini dan kerusakan sel, tetapi dengan mengkonsumsi daun kelor, dapat memperkuat pertahanan kulit Anda.
- Merawat Kulit dengan Mengurangi Jerawat
Kandungan anti-inflamasi dan antibakteri dalam daun kelor membantu mengurangi jerawat. Daun kelor juga membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi produksi minyak berlebih, sehingga kulit menjadi lebih bersih dan bebas dari jerawat.
- Memperbaiki Tekstur Kulit
Kandungan nutrisi penting dalam daun kelor, seperti vitamin A dan vitamin E, membantu memperbaiki tekstur kulit . Vitamin A membantu meningkatkan produksi kolagen, yang menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit, sementara vitamin E melindungi kulit dari kerusakan radikal bebas.
- Meningkatkan Kualitas Sperma
Daun kelor telah dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon testosteron pada pria, yang berkontribusi pada kualitas sperma yang baik. Ini dapat membantu meningkatkan kesuburan pria dan meningkatkan peluang kehamilan.
- Mendukung Kesehatan Ibu Hamil
Daun kelor kaya akan zat besi, yang penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Zat besi membantu mencegah anemia, yang sering terjadi selama kehamilan. Selain itu, kandungan nutrisi dalam daun kelor juga mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin.
- Menyehatkan Rahim
Daun kelor membantu meningkatkan aliran darah ke rahim, yang bermanfaat bagi kesehatan reproduksi wanita. Ini juga dapat membantu mengatasi gejala PMS (Sindrom Pramenstruasi) yang tidak nyaman.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan serat dan senyawa fitokimia dalam daun kelor membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menjaga kesehatan jantung. Selain itu, daun kelor juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah, yang penting untuk pencegahan diabetes.
- Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Daun kelor mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi.
- Meningkatkan Kesehatan Tulang Gigi
Daun kelor kaya akan kalsium, mineral yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Mengonsumsi daun kelor secara teratur dapat membantu mencegah penyakit tulang seperti osteoporosis dan menjaga kesehatan gigi Anda.
- Mengatasi Gejala PMS
Kandungan nutrisi dalam daun kelor, termasuk magnesium, vitamin B6, dan asam amino, dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan neurotransmiter dalam tubuh. Ini dapat membantu menstabilkan mood dan mengurangi gejala perubahan suasana hati yang umum selama PMS.
- Mengatasi Penuaan Dini
Daun kelor kaya akan antioksidan, termasuk flavonoid dan polifenol, yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel kulit dan menyebabkan penuaan dini. Dengan mengonsumsi daun kelor atau menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung ekstrak daun kelor, Anda dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Mengontrol Gula Darah
Daun kelor dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang penting dalam mengontrol kadar gula darah. Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, tubuh dapat lebih efektif menggunakan glukosa darah, sehingga membantu menjaga keseimbangan gula darah.
- Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah
Daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan pada pembuluh darah. Peradangan pada pembuluh darah dapat menyebabkan kerusakan dan penyempitan pembuluh darah, yang dapat berkontribusi pada penyakit kardiovaskular. (ABCNews/Faperta/01)


