Konflik Dagang dan Perang Dominasi KTT G7 di Kanada, Trump Buru-buru Pulang
KTT G7 tahun 2018 berakhir dengan kekacauan diplomatik. Dalam perjalanan pulang menggunakan Air Force One, Trump menyerang tuan rumah Kanada melalui media sosial. Dia memerintahkan delegasi AS untuk tidak menyetujui pernyataan bersama yang telah diteken oleh Jepang, Prancis, Inggris, Italia, Jerman, dan tentu saja Kanada.
"Saya telah menginstruksikan perwakilan AS untuk tidak menyetujui Komunike tersebut karena kita tengah mempertimbangkan tarif untuk mobil asing yang membanjiri pasar AS!" tulis Trump di Twitter, seperti dikenal saat itu.
Kanselir Jerman saat ini, Friedrich Merz, sebaliknya menegaskan, tarif bukan satu-satunya agenda pembicaraan, melainkan juga konflik di Timur Tengah dan Invasi Rusia terhadap Ukraina.
Konflik tarif sebagai agenda utama
Trump datang ke G7 setelah menaikkan tarif impor yang berpotensi memperlambat ekonomi global. Tak ada kemajuan berarti dalam perang di Ukraina maupun Gaza, ditambah lagi konflik baru yang semakin panas antara Israel dan Iran terkait program nuklir Teheran.
Deretan masalah global kian panjang, mulai dari perubahan iklim, imigrasi, perdagangan narkoba, teknologi baru seperti kecerdasan buatan, hingga dominasi manufaktur Cina serta kendalinya atas rantai pasok global utama.
Ketika ditanya apakah ia akan mengumumkan kesepakatan dagang baru sebelum keberangkatan dari Gedung Putih pada Minggu (15/6), Trump menjawab, "Kami sudah punya kesepakatan. Kami hanya perlu mengirim surat: ‘Ini yang harus Anda bayar.' Tapi saya rasa akan ada beberapa kesepakatan dagang baru.”
Yang dipertaruhkan kini bukan hanya hasil dari KTT ini, melainkan juga kelangsungan G7, terlebih dengan sinyal ambigu dari AS mengenai apakah Presiden Trump akan hadir di KTT G20 November mendatang di Afrika Selatan.
Penolakan Trump pada KTT 2018 lalu bukan hanya soal tarif. Dia juga menolak pendekatan aliansi yang menekankan tatanan internasional berbasis aturan bersama.
"Perselisihan besar di Quebec kala itu adalah soal referensi terhadap tatanan internasional berbasis aturan. Dari sinilah foto terkenal itu berasal," ujar Peter Boehm, penasihat Kanada dalam KTT G7 2018 dan veteran enam KTT G7. "Itu membuat banyak pihak sadar bahwa G7 bukan lagi pertemuan yang bisa dianggap seperti biasanya."
Pada kesempatan KTT tersebut, Presiden AS Donald Trump pulang terlebih dahulu. Hal itu dilakukannya setelah di Twitter meminta agar masyarakat di Teheranh bersiap-siap untuk mengungsi. Tidak dijelaskan secara detail apa maksud Trump tersebut. (DW/CNN/01)






